welll...dunno what 2 say..so many things soalna...
dia yang bikin g punya kerjaan baru selain nge-GL, ngecek bobon, ngebackup, ngecek LKH...etc
soalnya gue ga dikasi job DB ampe hari ini...bos gue c bilangnya gue divisi umum..kamana2...teu jelas..sesuai ma orangnya c...huehuehue
gue dah minta dr awal megang akunting setahun lalu...tapi sampe hr ini kaga pernah dikasi...huyuhhhh cuape dweeee...hari giniiiiii #:-h
weiks...menyimpang jauuuhhh...yang pasti ni orang nambah kerjaan gue akhirnya...yaitu nulis blog..biasa gue tulis di buku...sekarang rada gaol ceunah klo orang2 bilang mah...padahaalll gue bukan anak gaol..gue tuh anak umi ma bapak gue dengan jumlah sodara gue yang banyak dan gue termasuk anak yang manja... mandi jarang gitcu...secaraaaaa ciapus tiriizzzzzzz..!!!
banyak yang pengen gue ceritain...saking banyaknya ampe bingung mulai dr mana...kadang klo lagi amarah tingkat tinggi..kesel ma ni orang bikin nambah2 kerjaan gue aja, tapi klo dipikir2 lagi kenapa ribet ya...gitu aja ko repot...hahahaha
klo orang c biasanya bilang let it flow...tapi klo lagi diposisi itu..beuuuhhhhh...tetep aja ni kepala rieut bin ruwet...serasa ni otak penuh pengen nge blow up... ( btw ni ngomong apa yuaaaa...???? )
bingung nyalira tea jadina...hkhkhkhhk
yang pasti ni orang bikin gue hepi, sedih, senang, kesel, bikin kupu2 ngocok perut gue, bikin amarah gue ada ditingkat tinggi...dan bikin muka gue merah merona kaya kepiting rebuuuuzzzzz...
dan klo pada akhirnya hubungannya ga berlanjut...ya itulah takdir...
tapi gue bersyukur gue mengenal dia... lebaaaayyyyyyyyyyy ^_^
Jumat, 29 Januari 2010
Kamis, 07 Januari 2010
Kisah Pria dan Wanita

Ada sebuah kisah tentang penciptaan pria & wanita. Pada saat Sang Pencipta telah selesai menciptakan pria. Ia baru menyadari bahwa Ia juga harus menciptakan wanita. Padahal semua bahan untuk menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk menciptakan pria. Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan kemudian Ia mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin. Ia juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak, kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu dan kekejaman dari harimau, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.
Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka Sang Pencipta membentuk wanita dan memberikannya kepada pria. Pria itu merasa senang sekali karena hidupnya tidak merana dan kesepian seorang diri.
Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan, katanya: ‘Tuhan, ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia. Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta selalu untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal sepele. Aku datang untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu, karena aku tidak bisa hidup dengannya’. ‘Baiklah’, kata Sang Pencipta. Dan Ia mengambilnya kembali.
Beberapa minggu kemudian, pria itu datang lagi kepada Tuhan, dan berkata, ‘Tuhan, sejak aku memberikan kembali wanita ciptaan-Mu, kini aku merana kesepian. Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala aku sendirian, kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan bagaimana ia menari dan menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk disentuh. Aku suka akan senyumannya. Tuhan, kembalikan lagi wanita itu kepadaku!’. Sang Pencipta berkata, ‘Baiklah’. Ia memberikan wanita itu kembali kepadanya.
Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan dan berkata, ‘Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia semakin menyebalkan. Aku tidak tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku berdoa kepada-Mu. Ambillah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi hidup dengannya’.
Sang Pencipta balik bertanya, ‘Kamu tidak dapat hidup lagi dengannya?’. Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. Dalam hatinya ia berkata, ‘Apa yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti hidup ini?’. ‘Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untuk berani menerima perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan usahakanlah apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!’, jawab Tuhan.
Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan wanita:
Mungkin ini bukan kisah yang sebenarnya terjadi, karena Allah untuk menciptakan manusia tidak perlu pendapat dari manusia... Tapi intinya dari kisah ini adalah bahwa kita harus bisa menerima perbedaan dari setiap pasangan....
Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka Sang Pencipta membentuk wanita dan memberikannya kepada pria. Pria itu merasa senang sekali karena hidupnya tidak merana dan kesepian seorang diri.
Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan, katanya: ‘Tuhan, ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia. Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta selalu untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal sepele. Aku datang untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu, karena aku tidak bisa hidup dengannya’. ‘Baiklah’, kata Sang Pencipta. Dan Ia mengambilnya kembali.
Beberapa minggu kemudian, pria itu datang lagi kepada Tuhan, dan berkata, ‘Tuhan, sejak aku memberikan kembali wanita ciptaan-Mu, kini aku merana kesepian. Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala aku sendirian, kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan bagaimana ia menari dan menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk disentuh. Aku suka akan senyumannya. Tuhan, kembalikan lagi wanita itu kepadaku!’. Sang Pencipta berkata, ‘Baiklah’. Ia memberikan wanita itu kembali kepadanya.
Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan dan berkata, ‘Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia semakin menyebalkan. Aku tidak tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku berdoa kepada-Mu. Ambillah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi hidup dengannya’.
Sang Pencipta balik bertanya, ‘Kamu tidak dapat hidup lagi dengannya?’. Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. Dalam hatinya ia berkata, ‘Apa yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti hidup ini?’. ‘Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untuk berani menerima perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan usahakanlah apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!’, jawab Tuhan.
Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan wanita:
- Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan.
- Wanita membutuhkan pengertian, dan pria membutuhkan penerimaan.
- Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria membutuhkan penghargaan.
- Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman.
- Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan.
- Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan.
Mungkin ini bukan kisah yang sebenarnya terjadi, karena Allah untuk menciptakan manusia tidak perlu pendapat dari manusia... Tapi intinya dari kisah ini adalah bahwa kita harus bisa menerima perbedaan dari setiap pasangan....
Langganan:
Komentar (Atom)

